JADWAL SHALAT  Subuh 04:35 WIB | Dzuhur 11:47 WIB | Ashar 14:59 WIB | Maghrib 17:49 WIB | Isya 18:54 WIB
Header_harian_pelita

HARIAN PELITA

Masjidil Haram Nanti di Tahun 2016

Senin, 1 Juli 2013  |

KEPUTUSAN Kerajaan Arab Saudi untuk memangkas jamaah haji dari seluruh dunia sebesar 20 persen pada musim haji tahun ini telah membuat dunia Islam terpengaruh, temasuk Indonesia yang sudah mempersiapkan kuota jamaah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pilihan untuk mengurangi jamaah haji bertujuan untuk menghindari kepadatan jamaah dan kemungkinan berdesak-desakan di dalam Masjidil Haram.

Saat ini Arab Saudi masih mengerjakan proyek perluasan Masjidil Haram yang diresmikan Raja Abdullah pada 2011 lalu, perluasan yang saat ini dikerjakan mencapai 400.000 meter persegi yang bisa menampung 2,2 juta jamaah. Saat ini, luas Masjidil Haram adalah 350.000 meter persegi dan hanya bisa menampung sebanyak 770.000 jamaah.

“Ini merupakan pengecualian dan sifatnya sementara saja,” kata Menteri Haji Arab Saudi Bandar Hajjar dikutip SPA. “Rencana perluasan ini bertujuan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan para jamaah haji,” imbuhnya.

Wakil Menteri Haji Arab Saudi Hatem Qadi menyebut pentingnya memangkas koata jamaah, baik dari dalam negeri maupun luar negeri pada tahun ini, “Jangka waktu pengurangan kuota jamaah tidak sampai melebihi dua tahun,” katanya.

Para pejabat Arab Saudi meminta seluruh jamaah yang sudah mendaftar untuk menunda perjalanannya tahun ini hingga proyek perluasan Masjidil Haram tuntas. “Dengan keputusan ini, pemerintah kami tidak ingin menghalangi seseorang menunaikan ibadah haji, namun hanya meminta mereka untuk menunda agar tidak terjadi desak-desakan dan turut membantu mereka yang baru pertama menunaikan ibadah haji tanpa kesulitan,” tutur Saeed al-Quraishi, anggota Komite Haji dan Umrah Makkah.

Dia mencontohkan, Mataf (area sekitar Ka’bah) saat ini hanya bisa menampung 39.000 jamaah per jam, sehingga jika jamaah haji masuk masjid bisa menyebabkan desak-desakan yang membahayakan.

“Jika perluasan Mataf selesai, tempat ini dapat menampung 130.000 jamaah per jam,” katanya. 

Menurutnya, akan lebih baik jika para calon haji datang pada tahun depan atau dua tahun lagi, karena mereka akan dapat menunaikan ibadahnya dengan nyaman.”

Sebelumnya, Menteri Haji Bandar bin Muhammad Hajjar menyebut keputusan ini hanya sementara, dan pemangkasan jamaah tidak hanya diperuntukan kepada jamaah luar negeri, bahkan jumlah jamaah Arab Saudi dipangkas hingga 50 persen.

Proyek ini tidak hanya terfokus pada Masjidil Haram, tetapi juga Jamarat dan Masjid Nabawi, Madinah. Menteri Bandar menyatakan, Jembatan Jamarat akan ditambah menjadi 12 lantai sehingga dapat menampung lima juta jamaah setiap hari dan Masjid Nabawi akan diperluas hingga bisa menampung 2 juta jamaah. Menteri Bandar menambahkan, proyek perluasan dan transportasi memakan anggaran sebesar 62 miliar riyal.

Sejumlah pengusaha yang melayani Umrah dan visa turut merasakan dampak dari keputusan ini, mereka mengaku menelan kerugian sekitar 5 miliar riyal 1,3 miliar dolar setelah pemerintah membatasi masa tinggal umrah menjadi maksimal 14 hari.

Sebelumnya, jamaah umrah dapat tinggal di dua tempat suci selama satu bulan, namun karena proyek renovasi itu, visa umrah maksimal hanya sampai 14 hari. Mereka juga mengeluhkan keputusan itu keluar pada bulan ini, sehingga terlalu dekat dengan bulan Ramadhan.

Meski banyak dikeluhkan, Fatwa Otoritas Keagamaan Arab Saudi menyepakati keputusan pemangkasan kuota jamaah itu. Menurut lembaga itu, langkah yang dilakukan pemerintah kerajaan telah sesuai dengan hukum Islam.

Namun upaya ini tetap menuai banyak kritik, perluasan masjid itu telah mengorbankan sejumlah situs bersejarah milik umat Islam. Dalam 20 tahun terakhir, Kerajaan Arab Saudi sudah menghancurkan sekitar 95 persen bangunan lama.

Sejumlah gapura Usmani dan Abbasi di bagian timur Masjidil haram telah digerus habis. Sejumlah situs Usmaniyah dan Abbasiyah di Makkah dihiasi sejumlah kaligrafi Arab yang bertuliskan sahabat Rasulullah dan sejumlah momen istimewa. Raja Abdullah memercayakan kepala proyek perluasan masjid kepada Imam Masjid Abdul Rahman al-Sudais dan Saudi Binladin Group sebagai pelaksana proyek.

Sebelum ini, Menteri Agama RI Suryadharma Ali sepulang dari Saudi menjelaskan, proses renovasi Masjidil Haram sampai dilakukan dalam tiga tahapan. Tahapan pertama dan yang sekarang dalam proses pembangunan adalah memotong lantai 2 dan 3 untuk disambungkan dengan bangunan masjid baru sehingga tidak bisa digunakan untuk tawaf.

“Akibat dirobohkannya lantai 2 dan 3, kapasitas tampung tawaf yang asalnya 48.000 jamaah perjam menjadi hanya 22.000/jam. Jadi lebih dari 50 persen kapasitasnya berkurang,” terang Menag.

Menurut Menag, ketika bertemu Wakil Menteri Haji, Hatim Qaddhi, dan Menteri Haji ad interim Abdul Aziz Khoja yang juga Menteri Penerangan dan Kebudayan, keduanya menjelaskan bahwa kondisi Masjidil Haram saat ini sangat berantakan sehingga tidak memungkinkan untuk tidak ada pemotongan sebesar 20 persen.

Menag menambahkan bahwa jika pembangunan tahap pertama selesai, akan langsung dilanjutkan dengan pembangunan tahap kedua, kemudian tahap ketiga. “Bisa jadi setiap tahap itu satu tahun. Oleh karenanya penyelesaian renovasi besar-besaran itu akan selesai setidak-tidaknya diperkirakan pada tahun 2016,” ujar Menag.

“Target Pemerintah Arab Saudi memang pembangunan selesai tahun 2016, tapi mereka tidak menjelaskan itu pada bulan apa, apakah jauh dari bulan haji atau justru setelah bulan haji,” tambah Menag.

Sehubungan dengan itu, Menag mengatakan bahwa bisa jadi pemotongan sebanyak 20 pesen itu akan berlangsung selama empat tahun, yaitu 2013, 2014, 2015, dan 2016. “Mudah-mudahan pembangunan bisa lebih cepat hingga tahun 2016 sudah normal,” harap Menag. (rid)

Dibaca 137 kali

Tinggalkan komentar....