JADWAL SHALAT  Subuh 04:35 WIB | Dzuhur 11:47 WIB | Ashar 14:59 WIB | Maghrib 17:49 WIB | Isya 18:54 WIB
Header_harian_pelita

HARIAN PELITA

Djoko Santoso Pimpin Gerakan Indonesia Adil, Sejahtera dan Aman (ASA)

Senin, 20 Mei 2013  |

Jakarta, Pelita

Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Senin (20/5) mendeklarasikan Gerakan Indonesia Adil, Sejahtera dan Aman (ASA), di Balai Kartini, Jakarta. Djoko memimpin organisasi ini sebagai ketua Dewan Pembina.

Acara pendeklarasian Gerakan Indonesia ASA tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional diantaranya Akbar Tanjung, mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli, mantan Wagub DKI Jakarta, Priyanto, Hariman Siregar, dan lainnya.

Gerakan tersebut dideklarasikannya tepat dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei 2013, merefleksikan kebangkitan Indonesia dengan berdirinya perkumpulan Budi Oetomo.

Dalam sambutannya, Djoko santoso menegaskan, reformasi yang telah bergulir selama ini belum berhasil seperti yang diharapkan. Padahal negara berkewajiban mensejahterakan rakyat miskin, memberikan aman, dan sejahtera.

"Kita harus akui secara jujur, tanpa mengurangi rasa hormat dan berterimakasih kepada pemimpin bangsa yang memimpin selama ini dan para mahasiswa yang mencetuskan dan menggelorakan reformasi, bahwa reformasi belum berhasil sepenuhnya seperti yang kita harapkan," kata Djoko.

Menurut Djoko, saat ini bangsa Indonesia perlu melaksanakan konsolidasi nasional dengan menginventarisi keberhasilan dan kekurangan selama ini. Selanjutnya melakukan reorientasi untuk menentukan perjalanan bangsa di masa depan.

"Untuk menghadapi semua itu, maka saya deklarasikan Gerakan Nasional Indonesia ASA yang saya pimpin sendiri. Gerakan nasional ini bertujuan untuk memberikan konstribusi bagi kemajuan bangsa agar berdaulatan di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi. Dan berkepribadian di bidang sosial budaya dalam rangka mencapai cita-cita bangsa. Indonesia," katanya.

Dengan gerakan tersebut, djoko pun mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk bangkit, bersatu, bekerja keras bersama-sama agar bangsa Indonesia lebih maju sejajar dengan bangsa maju lainnya. 

Terkait dengan persoalan bangsa Indonesia, Djoko Santoso menegaskan, bahwa bangsa Indonesia harus melaksanakan amanat konstitusi. Dan amanat konstitusi itu adalah mencapai cita-cita bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat adil dan makmur.

"Sejarah peradaban manusia mengajarkan kepada Kita bahwa untuk memperbaiki kehidupan umat manusia, Tuhan mengutus para nabi. Demikian pula sejarah bangsa-bangsa yang telah mencapai kejayaan, membuktikan semua itu dicapai karena kehebatan pemimpinnya," katanya.

Dalam konteks bangsa Indonesia, lanjut Djoko, untuk mencapai kejayaan dan menciptakan keadilan, kesejahteran dan rasa aman, maka diperlukan lahirnya pemimpin yang memahami, mencintai bangsa dan tanah airnya, serta mampu menginspirasi dan menyemangati bangsa untuk bangkit, bersatu, bekerja keras membangun bangsa sesuai jati diri dan kultur bangsa Indonesia.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung

mengapresiasi dideklarasikannya Gerakan Indonesia ASA dalam rangka menjawab segala harapan rakyat Indonesia terhadap persoalan bangsa Indonesia, terutama terkait dengan persoalan keadilan dan kesejahteraan di negara yang memiliki banyak sumber daya alam.

"Asa adalah harapan. Salah satu yang jadi modal, bahwa kita harus mermilki harapan dan kepercayaan diri untuk mewujudkan indonesia adil sejahtera, dan aman," katanya.

Menurut Akbar, saat ini banyak amanat konstitusi yang belun dilaksanakakn. Salah satunya sumber daya alam Indonesia yang banyak tidak dikuasai negra, tetapi dikuasai korporasi besar, terutama Korporasi asing. Padahal di dalam UUD 1945 sudah diamanatkan bahwa sumber daya alam Indonesia harus dikuasai negara dan dikelola untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

"Bagaimana  mau memberikan kemakmuran yang besar kepada rakyat, kalau sumber daya alam banyak dikuasai asing yang pastinya memberikan kesejahteraan kepada pengusaha pula," katanya.

Ditambahkannya, sekarang ini seolah-olah negara tidak melindungi dan melakukan sesuatu bagi rakyatnya. "Karena itu saat ini bangsa Indonesia membutuhkan orang-orang yang merasa terpanggil berbuat, bekerja, dan memiliki kepedulian untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Salah satunya adalah Djoko Santoso yang memiliki kepedulian dan memikirkan orang lain, bukan dirinya sendiri," ujarnya. (ay)

Dibaca 239 kali

Tinggalkan komentar....